Penulis: Dwi Muhammad Saputra
Editor: Fauziah Akmal
Foto: Instagram @rjl5.official

Garut – Gunung Guntur berada di Desa Pasawahan, Taragong Kaler, Garut yang memiliki ketinggian 2.249 MDPL. Dari catatan Wikipedia, gunung ini sempat menjadi gunung paling aktif di tahun 1800-an dan pernah erupsi sebanyak 23 kali.

Minggu, 19 Agustus 2021, berita kehilangan seorang anak bernama Gibran menggemparkan Indonesia. Setelah enam hari hilang di Gunung Guntur, Garut, Gibran akhirnya ditemukan oleh Mang Ade di dekat Curug Cikoneng pada Jumat, (24/09/2021).

Menurut Tuti, pengelola PLP Jalur Citiis, Gunung Guntur yang menjadi salah satu tempat favorit para pendaki ini dikabarkan mulai sepi pengunjung sejak kejadian hilangnya Gibran Arrasyid (detikcom).

Hilangnya Gibran selama enam hari menyimpan cerita mistis. Dalam kanal Youtube RJL 5 Fajar Aditya, bocah kelas 1 SMP itu mengaku bahwa selama hilang ia tidak menjumpai malam hari. Ia merasa tersesat selama satu hari saja dan menemukan suatu perkampungan yang dihuni berbagai makhluk halus.

Awalnya, Gibran bersama kawan-kawannya berencana akan summit ke puncak Gunung Guntur sekitar pukul 3 pagi. Namun ketika dibangunkan oleh kawannya ia masih tertidur pulas, sehingga rombongan memilih untuk summit ke puncak terlebih dahulu dan meninggalkannya di tenda. Sepulang dari puncak, mereka tidak menemukan Gibran di tenda.

Gibran menjelaskan bahwa dirinya tidak merasa dibangunkan oleh kawan-kawannya. Ia malah terbangun di salah satu curug di Gunung Guntur yang menurutnya seperti perkampungan biasa. Selama hilang, bocah yang bisa melihat sosok tak kasat mata itu mengaku dijumpai oleh berbagai makhluk halus.

“Jadi, kayak sadar, enggak sadar. Pas sadar, ya, ada curug. Pas enggak sadar, ya ramai, gitu,” jelasnya dalam kanal Youtube RJL 5 (21/10/2021).

Gibran sempat heran dengan kehadiran tiga sosok perempuan yang memberinya makan, namun ia tidak memakannya. Dalam jangka waktu enam hari itu, ia juga melihat sosok laki-laki berjubah hitam yang menurutnya adalah penjaga istana. Sosok itu mengatakan bahwa Gibran akan dijadikan sebagai raja di istana itu. “Saat ditanya kenapa saya yang dibawa, saya tidak salah apa-apa, sosok itu menjawab kami butuh seorang raja,” jelas Gibran.

Kemudian ia didatangi oleh berbagai makhluk halus seperti pocong, kuntilanak, wewe gombel, hingga tuyul. Bocah berusia 12 tahun itu mengaku sudah sejak lama bisa melihat sosok makhluk halus, sehingga dalam alam bawah sadar, makhluk itu mengajaknya berbicara.

Saat mendengar suara azan, Gibran beberapa kali sempat tersadar bahwa ia sedang tersesat di curug, namun ketika azan selesai ia kembali tidak sadarkan diri dan ditemui makhluk halus.

Wini, sang ibu yang saat itu mendampingi Gibran untuk wawancara menjelaskan bahwa dirinya beberapa kali ikut mencari keberadaan Gibran bersama Tim SAR. Wanita paruh baya itu mendaki Gunung Guntur sembari menerikkan nama anaknya “Abang Gibran, Abang Gibran”. Di samping itu, ia juga percaya bahwa anaknya masih hidup dan berdoa agar putranya diberikan pertolongan oleh Allah.

Hingga Jumat (24/09), Mang Ade menemukan Gibran di Curug Cikoneng yang letaknya cukup jauh di bawah kaki gunung. Kemudian Mang Ade membawa Gibran untuk dievakuasi Tim SAR.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *