Penulis: Maretha Rahmanda Pinartyan
Editor: Risa Evita Yunita Sari
Foto: Solopos.com

Diduga pelaku kasus pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi yang terjadi di Universitas Riau (UNRI) merupakan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP). SH yang diduga sebagai pelaku pelecehan seksual tersebut, mengakui bahwa dirinya di tuduh sejumlah pihak yang tidak suka dirinya maju dalam bursa calon rektor kampus setempat dengan isu pelecehan seksual yang diduga dilakukan kepada salah satu mahasiswinya.

SH mengaku akan mencari tahu siapa dalang dibalik semua tuduhan yang menurutnya telah mencoreng nama baiknya. Tuduhan yang diakui SH ini karena ada kabar dirinya akan maju menjadi rektor. Padahal, kabar tersebut hanyalah rumor semata.

“Saya akan mencari tau siapa aktor intelektualnya, siapa di belakang ini. Saya tegaskan bahwa isu saya maju untuk rektor 2022 itu tidak benar. Hanya beberapa pihak saya yang menggadang-gadangkan saya maju.” ujarnya seperti dilansir Okezone.com, Sabtu (6/11/2021).

SH juga menegaskan bahwa ia akan melaporkan mahasiswi dan admin yang mengunggah video tersebut hingga viral kejalur hukum karena bersangkutan dengan pencemaran nama baik.

“Karena saya sudah dirugikan, maka saya akan tuntut balik admin Instagram dalam video itu. Tuntutan selanjutnya saya adalah menuntut balik. Karena yang menjadi sumber awal masalah ini adalah mahasiswi HI [Hukum Internasional] itu,” ujarnya.

Selain menuntut balik dan menuntut ganti rugi, ia juga mempersiapkan pengacara atas tuduhan kasus pelecehan seksual pada dirinya. “Saya akan tuntut mereka dengan ganti rugi Rp10 miliar. Saya sangat dirugikan. Saya berani bersumpah tidak melakukan pelecehan seksual,” tambahnya.

SH mengaku kaget begitu mendengar kabar ia telah melecehkan LM yang datang untuk meminta bimbingan skripsi. Menurutnya, saat itu LM datang dengan raut wajah sedih. SH kemudian meminta LM menceritakan masalahnya agar bisa memberikan rasa lega atas masalah yang dihadapi mahasiswinya.

“Dia curhat, ayahnya jual mobil. Sakit-sakitan. Ia tinggal dengan tantenya yang hanya bisa memberi tempat tinggal. Kehidupan dia tanggung sendiri,” ujar SH melalui video yang diunggah akun IG mahasiswa_universitas riau, (6/11/2021).

Menurut SH, mahasiswi berinisial LM yang diduga sebagai korban pelecehan seksual tersebut menangis saat menceritakan masalah pribadinya itu. Ia lalu berusaha menenangkan LM supaya tidak larut dalam kesedihan. “Jangan nangis, ini sudah mantab. Kalau LM berhasil, bisa kerja dan bantu keluarga itu bagus,” klaim SH.

“Saya katakan gak usah menangis itu sudah mantap sambil gini [pegang bahu]. Apakah itu yang dikatakan pelecehan seksual? Kalau dikatakan saya cium pipi kanan dan kiri lalu cium bibir, itu tidak ada. Saya tegaskan lagi, secara hukum saya mau mempertanggungjawabkan. Sumpah mubahalah dengan Alquran saya tanggung. Saat itu saya pakai masker, dia tidak pakai masker,” Ujar SH.

Melansir dari solopos.com, Dekan FISIP UNRI, SH, membantah telah melakukan pelecehan seksual salah satu mahasiswanya LM. Pihak UNRI sedang membentuk tim khusus pencari fakta, guna mengetahui kejadian yang sesungguhnya terkait oknum dosen “I love U” yang diduga melakukan pelecehan terhadap seorang mahasiswi di ruang dekan beberapa waktu lalu.

Profesor Sujianto selaku Wakil Rektor II Universitas Riau, mengatakan tim pencari fakta dibentuk untuk menindaklanjuti kasus dugaan pelecehan yang menimpa mahasiswi sesuai pengakuannya di media sosial, Jumat (5/11/2021).

Sumber: https://m.solopos.com/dituduh-lecehkan-mahasiswi-dekan-di-unri-ternyata-digadang-maju-rektor-1189534

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *