Penulis: Prisca Martha Kusumaningrum
Editor: Fauziah Akmal
Foto: TribunSolo

Boyolali – Melansir TribunSolo.com, Cabai rawit di Boyolali, Jawa Tengah, kini mulai mengalami kenaikan harga setelah beberapa waktu lalu sempat memprihatinkan. Heri Widiyanto, seorang penjual cabai di Pasar Boyolali mengatakan sudah seminggu harga cabai mulai naik.

“Semula harga cabai rawit hanya Rp10 ribu per kilogram, kini menjadi Rp28 ribu per kilogram,” tutur Heri kepada TribunSolo.com.

Menurut Heri, penjualannya mulai sepi dari awal pandemi hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) karena berkurangnya jumlah pembeli. Omzet penjualannya pun turun drastis hingga 50 persen.

“Jadi beberapa pedagang memilih gak buka. Tapi sejak pelonggaran PPKM level 2, pasar mulai ramai lagi,” terangnya.

Geliat daya beli masyarakat ke arah positif karena PPKM Level 2 yang mulai dilonggarkan mendorong kenaikan harga cabai. Hal tersebut juga diakui Siti Karimah, pedagang di Pasar Penggung, yang menyebut harga cabai saat ini Rp30.000,00 per kilogram.

“Kenaikannya karena sudah boleh hajatan, sama warung boleh buka. Jadinya pada butuh cabai buat masak. Yang beli juga mulai ramai,” tutur Siti kepada TribunSolo.com

Agustus yang lalu, kepada TribunSolo.com pedagang di Pasar Boyolali Kota, Heri Wibowo membenarkan harga cabai anjlok. Banyaknya petani yang panen membuat stok cabai melimpah, sedangkan selama PPKM permintaan cabai rendah. Hal itu menyebabkan harga cabai murah.

Sumber: TribunSolo
https://solo.tribunnews.com/2021/10/11/penjual-cabai-di-boyolali-sumringah-biasanya-rp-10-ribu-kini-bisa-tembus-rp-30-ribu-per-kilogram

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *