Penulis: Isna
Editor: Risa Evita Yunita Sari
Foto: Mapala Specta

Sejak diterapkannya peraturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang disebabkan adanya pandemi, maka pemerintah membatasi kegiatan sekitar yang tertuang dalam PPKM untuk mengendalikan kondisi pandemi. Untuk penerapannya PPKM selalu mengalami perpanjangan waktu. Dalam pelaksanaan kegiatan Ekspedisi Andalas di Tanah Emas Sumatra tepatnya di Provinsi Jambi dan Sumatra Barat, guna memenuhi syarat kenaikan jenjang menjadi anggota penuh SPECTA yang berlandaskan tri dharma perguruan tinggi yang dilaksanakan Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) SPECTA, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta kali ini tidak lupa untuk menerapkan protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan Menjaga jarak) yang menjadi faktor penting untuk melindungi diri.

Ekspedisi Andalas dilaksanakan pada tanggal 29 September – 11 Oktober 2021. Adanya Upacara pemberangkatan yang dilakukan pada 28 September 2021 di depan wall Mapala SPECTA dipimpin oleh Bilal Syaifullah sebagai ketua umum Mapala SPECTA.

“Ekspedisi ini sebagai proses kenaikan jenjang menjadi anggota penuh SPECTA. Ekspedisi Andalas dilakukan diprovinsi Jambi dan Sumatra Barat semoga sesuai dengan target yang ingin dicapai dapat berjalan dengan lancar dan selamat sampai kembali ke bascamp SPECTA” Ujar bilal.

“Kami memohon doa dan dukungannya agar Ekpedisi Andalas berjalan lancar dan sukses,” tutur Dyon Widodo ketua pelaksana ekspedisi Andalas.

Nama Andalas merupakan nama lain dari pulau Sumatra yang berarti Andales. Andales sendiri merupakan salah satu icon pohon yang berada di pulau Sumatra. Ekspedisi (Spesialisasi) ini mengusung tema “Menapaki Tanah Emas yang Terbelah Khatulistiwa”, yang berarti ekspedisi tersebut dilakukan di Sumatra karena memiliki nama lain pulau Emas. Dikatakan terbelah khatulistiwa, karena tanah Sumatra adalah pulau yang dilewati garis katulistiwa.

Untuk sampai ke tujuan, tim ekspedisi yang berjumlah 12 anggota harus menempuh perjalanan sekitar 13 hari dengan jarak tempuh ±1000 km dari UIN Raden Mas Said Surakarta menggunakan transportasi darat (bus).

Ekspedisi kali ini dibagi menjadi 4 divisi diantaranya, gunung hutan di Gunung Masurai dengan ketinggian 2.980 MDPL, susur gua (𝘊𝘳𝘢𝘷𝘪𝘯𝘨) di Gua Kiam, Gua Kedundung, Gua Sungai Lului dikawasan Bukit Bulan, arus jeram (𝘙𝘢𝘧𝘵𝘪𝘯𝘨) dengan mengarungi Sungai Batang Asai sejauh 30 kilometer, dan Panjat Tebing (𝘙𝘰𝘤𝘬 𝘊𝘭𝘪𝘮𝘣𝘪𝘯𝘨) di Lembah Harau dengan pengibaran bendera merah putih raksasa.

Selain kegiatan petualangan, tim kami juga dilaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Badeng Rejo, Kec. Bangko Barat, Kab. Merangin, Provinsi Jambi. Ada beberapa kegiatan dalam pengabdian ini antara lain: membuat taman baca, pembagian masker dan handsanitizer serta alat tulis serta Al-Qur’an untuk menunjang kebutuhan dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *